Tim Oversight Service Provider (OSP) menyelenggarakan Workshop Pembahasan Strategi Keberlanjutan Kegiatan NUDP di Lingkup PMU Ditjen Bina Bangda pada 26 hingga 27 November 2025. Bertempat di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, pertemuan ini diinisiasi oleh OSP sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan exit strategy menjelang berakhirnya masa pelaksanaan National Urban Development Project (NUDP) pada Desember 2025. Fokus utama workshop ini adalah memaparkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) serta memastikan keberlanjutan seluruh instrumen pembangunan yang telah dikembangkan selama proyek berlangsung.
Kegiatan ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Bangda serta dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD). Selain unsur kementerian, hadir pula jajaran paket konsultan pendukung NUDP lainnya, meliputi tim CDP, CIP, SysDev, dan CPS. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh capaian teknis dari berbagai lini agar menjadi satu kesatuan strategi keberlanjutan yang solid bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Sebagai penyelenggara dan narasumber utama, Tim OSP menyampaikan paparan komprehensif terkait hasil monev terhadap pelaksanaan tugas-tugas strategis (tasks) yang mencakup profil kota, studi daya dukung lingkungan, indikator kunci, hingga analisis posisi masa depan kota. Hasil evaluasi ini menjadi basis data penting untuk melihat sejauh mana kesiapan 23 kota/kabupaten pilot dalam mengadopsi sistem yang telah dibangun. Penyampaian hasil monev ini krusial untuk mengidentifikasi aspek mana saja yang memerlukan penguatan kapasitas lebih lanjut sebelum proyek resmi berakhir.
Dalam rangkaian diskusi, Tim OSP bersama paket konsultan lainnya melakukan bedah strategi terkait pemanfaatan modul-modul teknis oleh pemerintah daerah, termasuk strategi ekonomi spasial dan visualisasi data interaktif. Modul-modul ini diharapkan dapat terus digunakan oleh Pokja daerah sebagai instrumen utama dalam pengambilan keputusan berbasis data. Diskusi tersebut menekankan bahwa keberhasilan keberlanjutan NUDP sangat bergantung pada bagaimana hasil pekerjaan konsultan dapat ditransformasikan menjadi kebijakan publik yang berdampak luas di tingkat lokal.
Workshop ini menghasilkan rumusan rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi PMU Ditjen Bina Bangda dalam mengawal fase transisi pasca-NUDP. Melalui penyelarasan antara hasil monev OSP dan rencana tindak lanjut dari kementerian, diharapkan seluruh instrumen yang telah dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen teknis, tetapi menjadi fondasi bagi pembangunan perkotaan yang lebih transparan dan terukur.


Komentar
Posting Komentar